
Memasuki hari keempat rangkaian Kegiatan Ekologi, pemateri hari ini menjadi sangat krusial karena fokus pada pembekalan mindset dan ideologi ekologi sebelum para siswa melakukan aksi nyata. Materi kali ini menekankan bahwa menjaga alam bukanlah sekadar mengikuti tren green lifestyle atau isu global semata, melainkan bagian fundamental dari ketaatan beragama.
Pemateri hari ini diisi dengan pemaparan materi mendalam yang disampaikan oleh Bapak Solihin, S.Ak. di hadapan para siswa, beliau membedah landasan spiritual yang menjadi akar mengapa manusia harus peduli pada lingkungan. Merujuk pada QS. Al-A’raf ayat 56, beliau mengingatkan bahwa larangan berbuat kerusakan di muka bumi adalah perintah langsung dari Allah SWT.

“Bumi yang kita pijak ini diciptakan dalam keadaan seimbang dan baik. Tugas kita bukan untuk mengubah atau merusaknya demi eksploitasi semata, melainkan merawatnya sebagai bentuk syukur,” urai Solihin, S.Ak dalam materinya.
Beliau juga menjelaskan bahwa dalam “kehidupan”, setiap oksigen yang kita hirup adalah aset yang harus dijaga keberlangsungannya. Kerusakan lingkungan, menurut beliau, adalah bentuk “utang” yang akan membebani generasi mendatang jika tidak segera dilakukan Ekologi.
Materi teoretis yang disampaikan juga meliputi bagaimana ajaran Islam melarang sifat tabzir (boros) dan israf (berlebihan) sebagai langkah awal mengurangi sampah global. Alam yang rusak akan membawa bencana, sementara alam yang terjaga akan mendatangkan keberkahan bagi penduduknya.
Dengan pembekalan teori yang kuat ini, SMA Roudhotul Ilmi berharap para siswa tidak hanya sekadar bergerak karena instruksi, tetapi bergerak karena kesadaran iman. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan (Muhsinin). Mari kita nantikan implementasi nyata dari ilmu yang telah diserap hari ini pada aksi lapangan mendatang.



