Minggu, Maret 1, 2026
BerandayayasanSantri Roudhotul Ilmi Laksanakan Aksi Bersih-Bersih dan Jihad Pembangunan: Latih Kemandirian dan...

Santri Roudhotul Ilmi Laksanakan Aksi Bersih-Bersih dan Jihad Pembangunan: Latih Kemandirian dan Jiwa Sosial Sejak Dini

Sabtu, 31 Mei 2025 — Suasana Pondok Pesantren Roudhotul Ilmi tampak berbeda pagi ini. Puluhan santriwan dan santriwati tampak antusias mengikuti kegiatan rutin pondok bertajuk “Operasi Bersih-Bersih dan Jihad Pembangunan”. Meski biasanya dilaksanakan setiap hari Minggu, kali ini kegiatan digelar pada hari Sabtu karena bertepatan dengan hari libur sekolah.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan pondok, tetapi juga melibatkan para santri dalam kerja bakti membantu pembangunan fisik pesantren. Para santri terlihat bahu-membahu memindahkan material bangunan, merapikan peralatan, serta membersihkan area sekitar kompleks pondok pesantren dengan semangat dan keceriaan.

Hamdin Almurdani, S.Kom.I., M.Pd., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ilmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter dan kemandirian santri.

“Ini adalah upaya kami untuk menanamkan nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan kemandirian sejak dini. Santri tidak hanya belajar di kelas atau majelis, tapi juga harus turun langsung ke lapangan, merasakan bagaimana hidup bermasyarakat dan berkontribusi nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengenang masa-masa ketika dirinya juga menjalani proses pendidikan serupa di bawah bimbingan Pangersa Uwa Guru, Almarhum Almaghfurlah KH. Zezen ZA Bazul Asyhab di Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog Sukabumi.

“Kami dulu pun dibentuk dengan cara seperti ini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan teori. Santri harus mengalami, merasakan, dan menjalaninya,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kurikulum kehidupan di pondok pesantren. Selain kegiatan belajar mengajar secara formal di sekolah dan pendalaman kitab kuning di majelis, santri juga diwajibkan aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan agar para santri terbiasa terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Ini adalah bentuk tadrib (latihan) bagi mereka. Kami ingin ketika santri pulang ke kampung halamannya masing-masing, mereka siap menjadi motor penggerak masyarakat. Santri harus bisa berperan aktif, membawa manfaat bagi umat dan lingkungan,” jelas Hamdin.

Dalam semangat yang terus digelorakan, Hamdin menekankan pentingnya prinsip “Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas” yang menjadi slogan dalam setiap aktivitas pesantren.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus menjadi generasi produktif yang tangguh, pekerja keras, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Jika itu semua tertanam, insyaAllah kesuksesan bukan hanya milik pribadi, tapi milik ummat secara keseluruhan,” tutupnya penuh harap.

Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga siap terjun langsung dalam membangun masyarakat melalui nilai-nilai pengabdian, kerja keras, dan kebermanfaatan.

RELATED ARTICLES

Lihat Juga