
Memasuki hari kedua, kegiatan Pesantren Ekologi membawa suasana baru bagi para santri. Jika biasanya Ramadhan identik dengan tadarus di dalam masjid, kali ini para peserta diajak untuk mendengarkan materi dari Leni Marlina, S.Pd tentang “Alam Sebagai Alat Kauniyah.“
Ramadhan kali ini ditegaskan bukan sekadar menahan haus dan lapar. Pesantren Ekologi menekankan pentingnya menajamkan mata hati untuk melihat alam sebagai Ayat Kauniyah. Melalui pengamatan detil pada indahnya pegunungan, hingga dedaunan yg berdzikir, santri diajak menyadari bahwa setiap jengkal yang ada di alam bumi, semua berdzikir kepada Allah SWT.
Landasan utama kegiatan hari ini merujuk pada QS. Ali-Imran ayat 191, yang mengingatkan bahwa dalam penciptaan langit, bumi, serta pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang berakal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran baru bahwa kelestarian alam adalah tanggung jawab iman.Mari kita jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin rahmat bagi seluruh alam semesta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Pancawaluya, sebuah inisiatif integratif yang berkomitmen menyelaraskan nilai-nilai spiritualitas dengan pelestarian lingkungan demi kemaslahatan umat dan alam.



