
Memasuki pekan kedua pelaksanaan program, suasana di Pesantren Ekologi pada hari ke-14, tampak berbeda dari biasanya. Jika pada hari-hari sebelumnya para santri disibukkan dengan paparan materi ekologi, kali ini agenda sepenuhnya dialihkan menjadi aksi nyata di lapangan melalui kegiatan “Totalitas di Lahan”.
Sejak pagi hari, semangat gotong royong telah menyelimuti kawasan pesantren. Para santri tidak lagi memegang alat tulis, melainkan alat pertanian. Mereka dibagi menjadi beberapa tim dengan tugas yang spesifik guna memastikan seluruh area siap untuk agenda besar yang dijadwalkan esok hari.
Ada tim yang bergerak menyisir kawasan untuk membersihkan sisa-sisa sampah plastik, tim yang mencabuti rumput liar, hingga tim teknis yang bertugas mencangkul dan menggemburkan tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkondisikan lahan agar menjadi media tanam yang ideal bagi benih-benih baru.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana penanaman karakter. Para santri belajar tentang kesabaran dalam proses pengolahan tanah serta ketelitian dalam memastikan lahan benar-benar bersih dari material yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Persiapan lahan yang dilakukan hari ini dianggap sebagai fondasi penting bagi apa yang akan dituai di masa depan. Bagaimana keseruan aksi menanam para santri esok hari? Dan bibit pohon apa saja yang akan mulai menghijaukan lahan ini? Ikuti terus perkembangan informasinya.



