
Memasuki hari kelima gelaran Pesantren Ekologi, suasana di SMA Roudhotul Ilmi semakin hangat dan sarat makna. Materi hari ini fokus pada “ekologi batin” melalui materi yang dibawakan oleh Siti Saadah Komariah, S.Pd. Materi bertajuk “Puasa dan Pengendalian Konsumsi” sukses menyentuh titik sensitif para peserta, kebiasaan konsumtif yang kerap muncul justru di bulan suci.
Dalam pemaparannya, Ibu Siti Saadah mengajak para siswa untuk berkaca pada kebiasaan saat waktu Maghrib tiba. Fenomena “lapar mata” menjadi sorotan utama. Banyak dari kita yang merasa perlu membeli segala macam takjil dan makanan berat, namun berakhir dengan menyisakan tumpukan makanan di atas meja. “Pertanyaannya bukan seberapa banyak yang bisa kita makan, tapi apakah pisi piring kita adalah tumpukan berkah yang menguatkan ibadah, atau justru tumpukan sampah yang merusak bumi?” ujar Siti Saadah di depan para santri yang menyimak dengan antusias.

Puasa Bukan Sekadar Menahan LaparLebih jauh, materi ini mengingatkan kembali arti sejati dari puasa, yaitu pengendalian diri. Pengendalian ini tidak hanya soal menahan lapar dari fajar hingga senja, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu.
Pesan utamanya hari ini namun berdampak besar yaitu: Ambil porsi secukupnya, habiskan tanpa sisa. Semangat “Mengandalikan Hawa Nafsu” di meja makan ini diharapkan menjadi gaya hidup baru bagi para siswa. Karena pada akhirnya, perut yang kenyang dengan cara yang benar akan membawa ketenangan pada hati, sekaligus menjadi bentuk syukur nyata kepada Sang Pencipta.



