
Semangat Raden Ajeng Kartini tidak pernah benar-benar padam, ia hanya berganti wujud. Tahun ini, peringatan Hari Kartini dimeriahkan dengan serangkaian festival seni dan kompetisi kreatif yang mengusung tema besar: “Meneruskan Langkah, Mengabadikan Perjuangan Pahlawan Wanita.“
Bukan sekadar seremonial belaka, kegiatan ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menyelami kembali makna emansipasi dan keberanian yang dulu diperjuangkan Kartini lewat surat-suratnya.

Perayaan tahun ini dibagi menjadi empat pilar kompetisi yang masing-masing menyentuh sisi emosional dan intelektual para peserta yaitu ada Singing Contest : Para peserta melantunkan lagu-lagu bertema perjuangan dan perempuan. Setiap nada seolah bercerita tentang keteguhan hati seorang wanita yang menolak tunduk pada keterbatasan zaman.Fashion Show : Bukan sekadar pameran busana, panggung catwalk menjadi saksi perpaduan antara kekompakan dan kesetaraan dalam bekerja. Design Poster : Poster-poster ini menggambarkan sosok Kartini dalam berbagai perspektif mulai dari pejuang literasi hingga simbol kekuatan di era digital mengingatkan kita bahwa pena Kartini masih tajam hingga hari ini. Dan Juga Film Pedek : Para peserta berhasil memotret ulang kepedihan dan harapan Kartini. Melalui lensa kamera, penonton diajak kembali ke masa lalu untuk melihat betapa mahalnya harga sebuah “kebebasan untuk belajar.”

“Menjadi Kartini modern, kita harus lebih giat lagi untuk rajin belajar, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan pahlawan wanita Indonesia. Rajin belajar bukan berarti harus mendapatkan nilai sempurna, akan tetapi rajin belajar adalah yang tidak menyerah saat tidak paham, mau mencoba lagi saat gagal, dan mau bertanya saat tidak mengerti.” Ujar Kepala Sekolah saat menyampaikan sambutannya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar judul buku, melainkan janji yang harus terus kita tepati. Lewat nyanyian, desain, dan film, kita diingatkan bahwa menjadi Kartini masa kini berarti berani memiliki suara di tengah sunyi, dan berani memberi warna di tengah kelabu.
Melalui lomba-lomba ini, diharapkan api semangat Kartini tetap berkobar di hati setiap anak bangsa. Bahwa perjuangan belum selesai selama masih ada diskriminasi, dan dedikasi akan terus abadi selama karya masih tercipta.Selamat Hari Kartini. Mari terus berkarya, karena setiap wanita adalah pahlawan bagi ceritanya sendiri.



