Sabtu, April 18, 2026
BerandakegiatanBELAJAR DARI SANG PENJAGA HUTAN: Pesantren Ekologi SMA Roudhotul Ilmi Hari Ke-12...

BELAJAR DARI SANG PENJAGA HUTAN: Pesantren Ekologi SMA Roudhotul Ilmi Hari Ke-12 Ajak Siswa Refleksi Lewat Film “The Lorax”

Memasuki hari ke-12, program Pesantren Ekologi di SMA Roudhotul Ilmi semakin memperdalam pemahaman para siswa mengenai kelestarian alam. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali ini para siswa diajak untuk melakukan refleksi mendalam melalui media audio-visual dengan menonton bersama film animasi populer, “Dr. Seuss’ The Lorax”.

Kegiatan yang mengusung tema “Belajar dari Sang Penjaga Hutan” ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai dampak eksploitasi alam yang berlebihan. Meskipun dikemas dalam bentuk animasi, pesan yang disampaikan film ini sangat relevan dengan krisis lingkungan yang terjadi saat ini.

Film tersebut mengisahkan tentang lembah indah penuh pohon Truffula yang musnah akibat keserakahan manusia demi membangun industri Thneed. Akibatnya, dunia menjadi gersang, penuh polusi plastik, dan oksigen menjadi komoditas mahal yang harus dibeli dalam botol dari pengusaha serakah, Mr. O’Hare.

Melalui film ini, kita belajar bahwa lingkungan bukan sekadar latar belakang kehidupan atau pelengkap saja, tetapi merupakan amanah besar yang harus kita jaga pertanggungjawabannya. Salah satu momen paling menyayat hati adalah saat para siswa merenungkan kutipan ikonik dari film tersebut yaitu “Unless someone like you cares a whole awful lot, nothing is going to get better. It’s not.” (Kecuali ada orang yang sangat peduli sepertimu, keadaan tidak akan membaik).

Pesan ini menekankan bahwa perubahan besar dimulai dari kepedulian individu. Film ini berhasil menyadarkan para siswa bahwa teknologi secanggih apa pun di kota Thneedville tidak akan pernah bisa menggantikan keasrian alam yang asli.Melalui kegiatan hari ke-12 ini, SMA Roudhotul Ilmi berharap para siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi bertransformasi menjadi “The Lorax” di kehidupan nyata, yaitu sosok yang berani berbicara dan bertindak demi kelestarian pohon dan lingkungan.

Mari kita menjadi generasi yang menjaga dan menanam, bukan generasi yang merusak dan menghabiskan. Karena satu benih kepedulian hari ini, adalah nafas bagi masa depan yang akan datang.

oplus_32
RELATED ARTICLES

Lihat Juga